A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

6 Pertanyaan Panduan untuk Identifikasi Jurnal Berkualitas

Selain cara mendeteksi jurnal predator, banyak pula yang bertanya tentang bagaimana mendeteksi jurnal yang berkualitas. Nah, beberapa pertanyaan berikut ini dapat dijadikan panduan untuk mencari jurnal yang berkualitas. Semoga anda dapat menjawab ‘YA’ pada semua pertanyaan berikut. Continue reading 6 Pertanyaan Panduan untuk Identifikasi Jurnal Berkualitas

Predator dalam Angka

Sebelum menlanjutkan pembahasan mengenai jurnal-jurnalan, berikut saya ringkaskan temuan Shen dan Bjork (2015) tentang jurnal predator. Artikel aslinya berjudul ‘Predatory’ open access: a longitudinal study of article volumes and market characteristics dapat diakses di sini. 60,3% penulis artikel di jurnal predator itu berasal dari kawasan Asia. Kita memang benar-benar harus waspada. Continue reading Predator dalam Angka

Mewaspadai Jurnal-jurnal(an)

Setelah kemarin saya posting di Facebook tentang kehati-hatian dengan jurnal tertentu, saya mendapatkan beberapa pesan yang menanyakan ‘status’ beberapa jurnal atau konferensi. Sebetulnya, sudah banyak artikel tentang jurnal abal-abal, jurnal predator, atau jurnal dengan sebutan-sebutan negatif lainnya. Bahkan banyak yang juga membuat daftar hitam jurnal dan penerbitnya, seperti dapat kita lihat di scholarlyoa.com. Tetapi, masih banyak juga ‘korban’ yang terperangkap oleh terbitan-terbitan semacam ini. Yang mencengangkan adalah bahwa jumlahnya terus meningkat, dan 60% di antaranya dari Asia. Lihat angka-angkanya di sini. Bahkan ada sebuah ‘jurnal’ yang artikel dalam salah satu edisinya, 25% berasal dari Indonesia. Artikel ini membahas indikasi dan cara-cara mudah untuk mendeteksi terbitan seperti ini, terutama jika nama dan penerbitnya belum masuk daftar hitam yang kita punya.
Continue reading Mewaspadai Jurnal-jurnal(an)

Improving Sentence Clarity

One of the most common challenges of Indonesian scholars in their written language is about their sentence clarity. Very often, they get such comments from reviewers as “idea not clear”, or “clarity”, or “This should be rewritten to make it clearer”. One of the ways of improving sentence clarity is by starting from old to new information.
Continue reading Improving Sentence Clarity

Genre and Register of Antagonist’s Language in Media: An Appraisal Study of Indonesian Newspapers

Abstract

This research explores how the language of the antagonists is unfolded in print Indonesian media. The analysis is focused on the exploitation of types of texts (genres) and the register. These are explored through the lexis, transitivity, appraisal systems, and text structure. The data were news, editorials, and letters to editors, collected from Kompas, Jawa Pos, Solopos, and Suara Merdeka from May to October 2012. Further selected using criterion-based sampling techniques, the data resulted in eight texts to analyze. In addition to the linguistic analysis, interviews were conducted with the stakeholders of the social issues. The results show that antagonists used the three types of macro genres to express their ideologies in the newspapers. At the level of register, the antagonists develop their attitudes through their feeling (affect), as well as evaluation about other participants (judgment) or things (appreciation). They even amplify and align their attitude through graduation and engagement.

Originally authored by Riyadi Santosa, Agus Dwi Priyanto, Ardiana Nuraeni, published in K@ta, Vol 16, No 1 (2014).
Continue reading Genre and Register of Antagonist’s Language in Media: An Appraisal Study of Indonesian Newspapers